BIG LOVE OWNER

Merokok, Kezhaliman dalam Setiap Hembusan

In Tulisan Berat on November 19, 2008 at 5:59 am

Saat berada di dalam sebuah bus ekonomi yang penuh sesak dan berdesakan, hawa yang panas dan bau keringat yang semakin membikin pengap, yang paling kita inginkan barangkali adalah berada didekat jendela agar bisa menghirup sedikit udara segar. Tapi bagaimana jika dalam kondisi seperti itu, tiba-tiba ada seseorang yang dengan santainya menyalakan sebatang rokok kemudian tanpa rasa berdosa mengepulkan asap ke sekelilingnya?

Saat berada di dalam sebuah bus ekonomi yang penuh sesak dan berdesakan, hawa yang panas dan bau keringat yang semakin membikin pengap, yang paling kita inginkan barangkali adalah berada didekat jendela agar bisa menghirup sedikit udara segar. Tapi bagaimana jika dalam kondisi seperti itu, tiba-tiba ada seseorang yang dengan santainya menyalakan sebatang rokok kemudian tanpa rasa berdosa mengepulkan asap ke sekelilingnya?
Bagi sesama perokok barangkali tidak masalah. Tapi bagi yang tidak merokok, kiranya mereka akan sangat setuju jika tindakan seperti ini disebut sebagai tindak kezhaliman. Bagaimana tidak, bagi mereka asap rokok, apalagi yang sudah keluar dari mulut orang lain, adalah hal yang sangat mengganggu. Membuat udara semakin sumpek sesak. Meski barangkali tidak ada yang menghardik, tapi yakinlah bahwa tidak sedikit dari mereka yang dongkol dan mengutuk dalam hati. Terlebih ibu-ibu yang tengah membawa bayi atau anak kecil.

Sebenarnya, bukan dalam situasi seperti diatas pun, merokok tetap layak dikatakan sebagai tindak kezhaliman. Kezhaliman pada diri sendiri, juga terhadap orang lain. Zhalim karena merusak jasad yang telah diamanahkan Allah, juga zhalim karena merusak jasad orang lain yang tidak sengaja atau terpaksa menghirup asap rokoknya.
Soal status hukumnya, memang masih menjadi perdebatan antara haram dan makruh. Tapi toh tak satupun, baik ahli medis maupun ulama bahkan pabrik rokok sendiri, yang menyangkal bahwa merokok dapat merusak jasad si perokok (perokok aktif) maupun orang yang ikut menghirup asap rokoknya (perokok pasif), dengan efek yang langsung maupun tidak. Mungkin sebagian orang bersikukuh bahwa rokok hukumnya makruh. Akan tetapi, bukankah tidak selayaknya seorang muslim menggemari perbuatan yang dibenci oleh Allah dan rasul-Nya?

Merokok, membunuh diri sendiri dan orang lain?
Sudah tak terhitung lagi penelitian-penelitian yang telah dilakukan untuk membuktikan dan meyakinkan bahwa rokok sangat berbahaya bagi tubuh dan menjadi pembunuh berasap yang sangat ganas. Peringatan yang ada pada setiap bungkusnya semestinya sudah cukup untuk membuat orang menahan diri dari mengkonsumsinya. Mengacu pada beberapa penelitian hampir semua jenis kanker yang menjangkit; paru-paru, kulit, mulut dan lainnya, rokok menjadi terdakwa utamanya. Racun-racun yang terkandung dalam asapnya mengundang puluhan penyakit kronis untuk menggerogoti tubuh penghisapnya. Sehingga merokok berarti meracuni diri sendiri. Bukankah ini adalah kezhaliman pada diri sendiri? Padahal Allah telah mengharamkan kezhaliman atas manusia, apapun bentuknya.
Itu jika aktivitas menghisap batang kematian itu selalu dilakukan saat tidak ada orang lain disampingnya hingga bahayanya hanya mengenai dirinya sendiri. Sayangnya, hampir tidak ada perokok yang bisa setoleran dan semengerti itu. Merokok sudah biasa dilakukan dimanapun, tak peduli yang berada disampingnya adalah anaknya, isterinya atau siapapun dia. Padahal efek dari menghisap asap rokok dari perokok, jauh lebih berbahaya daripada menghisap asap yang langsung dari batangnya. Ancaman penyakit dan kerusakan tubuh yang ditimbulkan sama atau bahkan lebih parah. Dengan bahasa yang sedikit kasar, seorang yang merokok di hadapan orang lain, ia seperti sedang mencekoki orang disekitarnya dengan asap beracun penyebab kanker, penyakit jantung dan pemicu penyakit kronis. Jika bukan kezhaliman, akan kita sebut apa perbuatan semacam ini?
Efek lain dari rokok adalah menyebabkan mulut berbau busuk. Hal ini akan sangat mengganggu, terutama bagi pasangan suami isteri. Bagi isteri, bersabar dari bau mulut suami adalah berpahala. Tapi bagi suami yang membiarkan atau dengan sengaja membuat mulutnya berbau busuk karena rokok, jelas bukan sesuatu yang mendatangkan pahala tapi kezhaliman yang bisa mendatangkan dosa. Belum lagi efek buruk bagi pendidikan anak-anak di sekelilingnya yang kemungkinan besar akan mencontoh dan mewarisi kebiasaan tersebut. Dan di hari Kiamat, ancaman hisab yang berat telah menanti atas harta yang telah dihamburkan untuk sesuatu yang tidak berguna (tabdzir), berbahaya dan dibenci Allah, Rasul dan Malaikat-Nya.
Mungkin diantara kita ada yang berpendapat, terlalu berlebihan jika merokok dikategorikan sebagai perbuatan zhalim. Tapi toh ia tidak mungkin menyebut aktivitas merusak tubuh ini sebagai “amal kebajikan”. Sebab pada dasarnya semua orang sudah menyadari akan bahayanya, meski masih enggan untuk berhenti darinya.
Maka kiranya, sangatlah layak jika merokok menjadi salah bahan muhasabah diri. Saat kita begitu menyesal karena telah menghina atau menyakiti orang lain, tentunya kita juga harus menyesal dan beristighfar karena telah meracuni orang lain dan diri sendiri dengan asap rokok. Sebab, ada kezhaliman dalam setiap kepulan asapnya.

Proyek Setan
Apa yang dicintai Allah, berarti dibenci setan. Jika Allah menyukai mukmin yang kuat, setan pasti akan membuatnya lemah. Jika Allah menyukai, nikmat harta yang diberikan digunakan dengan baik di jalan yang benar, setan pasti akan memalingkan manusia agar mereka menghamburkanya untuk kesenangan yang tidak diridhai-Nya. Jika Allah cinta terhadap seorang mukmin yang menjaga jasad yang diamanahkan padanya dan bersabar saat menerima ujian penyakit dari-Nya, setan pasti akan membuatnya merusak diri sendiri dan saat tertimpa penyakit ia akan menghasungnya agar mencaci takdir ilahi. Dan Jika Allah mengharamkan kezhaliman, setan akan membuat tipudaya agar manusia menzhalimi dirinya dan orang disekitarnya.
Dari sini jelas, semua ini adalah proyek setan untuk merusak manusia. Tak hanya dengan rokok, setan akan membuat manusia melakukan bahkan menyukai kezhaliman dan kemaksiatan dengan berbagai cara dan media. Dan tidak ada yang bisa menghentikannya selain diri kita dengan ikhtiar kita masing-masing dan rahmat dari-Nya. Sudah saatnya untuk mengatakan, ” Saya tidak akan lagi menzhalimi diri sendiri dan orang-orang yang saya cintai!”
Wallahul musta’an. (T.Anwar)

Advertisements
  1. tul! hapuskan rokok dari muka bumi

  2. Katanya, yang paling berbahaya bukan asap yang keluar dari mulut si perokok Kang. Asap yang keluar dari ujung rokok yang terbakar, yang warnanya biru jauh lebih berbahaya. Jika ada bagian tubuh yang sedang luka kemudian terkena paparan asap ini maka luka itu tidak akan sembuh kembali dengan sempurna.

  3. ooo gitu ya. info tambahan nek no. turnuwun kang sul…

  4. Hu…bener banget mas. Sebagai cewe saya sih maunya nampar langsung si perokok, hihihi tapi inget malu jd urung deh. Saya paling benci dg orang merokok d angkutan umum. Apalagi sudah usaha nutup idung sama jilbab kadang si orangnya ga ngerasa. Bahkan yg kadang jadi ujian tuh, si mereka yg merokok tuh malah asapnya dikebulin sengaja ke muka yg nutup idung. sedihhh yaaa… 😦

  5. mas kalo saingan sama perokok di angkto gampang… bawa aja… obat nyamuk.. kalo ada yang nyumet rokok.. ya sampean sulutjuga obat nyamuknya … gitu kok repot :mrgreen:

    btw… bener? artikel saya yang kacau balau itu buat ngisi?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: