BIG LOVE OWNER

Mie Ayam Bikin Stroke

In Tulisan Ringan on November 25, 2008 at 2:39 am

Berita hari ini, Jawapos mengangkat tema tentang efek negatif makanan cepat saji dalam dua halaman sekaligus. Ditengarai, makanan cepat saji yang kini menjamur, meningkatkan resiko terjangkit berbagai penyakit ganas semacam DM, kanker, stroke, Hipertensi, ginjal dan jantung. Disertai data-data dari beberapa rumah sakit mengenai meningkatnya jumlah korban dai beberapa penyakit diatas –jumlahnya ribuan- , membuat ulasan tersebut makin nggegirisi. Sebab, DM, kanker, stroke dan ginjal tak ubahnya seperti kamitetep yang kalau sudah nempel dikulit, kemungkinan kecil bisa hilang –metaforanya agak ngawur ya-.

Halaman lain mengupas tema serupa tapi lebih lebih menekankan pada aspek kurangnya olahraga. Pola makan tak sehat dengan makanan cepat saji secara rutin, plus minimnya olahraga atau olahraga tapi tidak teratur akan meningkatkan resiko terkena berbagai penyakit guanas diatas.
Dari ulasan di korannya Dahlan Iskan itu, saya jadi berpikir, apakah kita yang jarang-jarang makan makanan orang kota itu bisa dipastikan bebas dari ancaman penyakit itu?
Kalau kita perhatikan, makanan cepat saji seperti Pisa, Hamburger, Seti’, freciken, qebab –mohon maaf bila ada kesalahan penulisan nama dan gelar- dan lain sebagainya kan bahannya ya tidak jauh-jauh dari daging, tepung dan bahkan ada sayurannya juga. Lantas dimana masalahnya? Kok makanana itu bisa berfungsi seperti sesajen pengundang roh jahat berupa Diabetes dan stroke gentayangan datang menyambangi?
Akhirnya saya mengubah orientasi pada unsur-unsur tersembunyi dari olahan masakan tersebut. Misalnya penyedap, pewarna, pengawet dan kolesterol. Penyedap pewarna dan pengawet ada pada saus, tepung bumbu dan bumbu racikanya. Sedang kolesterol tinggi dikandung oleh daging-daging dari ayam, kambing maupun sapi. Itupun biasanya masih ada pengawetnya alias daging tersebut adalah daging awetan.
Jika begini, seharusnya kita juga khawatir, sebab kandungan zat zat berbahaya itu juga sering kita konsumsi. Penyedap, pewarna dan pengawet ada pada penyedap masakan dirumah, saus, makanan kecil pabrikan, mie instan, syrup dan lain sebagainya. Bahkan mie ayam dan bakso bukan lain adalah makanan cepat saji. Kandungannya ngga jauh beda dengan pizza. Terkhusus bagi yang suka naruh saus jingga banyak-banyak pada semangkuk mie ayamnya.
Dari sini, kita harus lebih hati –hati lagi. Berusaha kembali ke alam adalah yang terbaik, insyaallah. Tapi ya itu…sulit. Sampai sampai Abu Umar Abdillah yang bareng-bareng baca koran sama saya pagi ini berkomentar, ” Halah, kabeh kabeh kok marakke penyakit.” –halah, semua semua kok bikin penyakit-.
Saya ketawa. Lha terus gimana, lah memang bagitu kok adanya. Yang penting kita berusaha menjaga pola makan, pilih yang sehat tapi enak, bukan yang enak tapi tidak sehat. Dan jangan lupa berdoa agar tidak dijenguk penyakit-penyakit orang berduit kayak diatas. banyak banyak minta afiat pada Allah. Oke, Back to Nature, balio neng alas kono! Hehehe..(taufikanwar)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: