BIG LOVE OWNER

Nguda Rasa Soal Serangan Mumbai

In Tulisan Ringan on November 29, 2008 at 5:40 am
keren

Hemmh.. entahlah, kita ini seirng aneh. Kalau ada orang kafir yang menyerang orang islam, kita dengan mudahnya mempercayai dan memaklumi alasan mereka, tapi kalau ada orang Islam yang balik membalas, kita langsung angkat bicara dan mendalil, islam itu rahmatan lil alamin. Ndak boleh kasar-kasar ma orang kafir. Yang adem-adem aja, toleransi, kalau mereka menyerang, membunuh saudara-saudara kita ya dimaafkan. Dinasehati, besok jangan ngulangi lagi ya. Gitu.”

Soal serangan di Mumbai, yang ditengarai dilakukan oleh Mujahidin India, saya ndak mau banyak komentar. Soalnya ada banyak hal yang tidak kita tahu. Berita di Media hanya mengekspos kulitnya saja, isi dan kenyataan sesungguhnya tidak diungkap.
Pas baca baca di suatu blog, ada yang berkomentar, ” Islam itu rahmatan lil’alamin, apa ndak ada cara yang lebih baik untuk memperjuangkan Islam?” komentar dari salah satu Ormas Islam di Indonesia juga sama, ” Aksi teror tersebut merupakan tindakan tidak berperikemanusiaan dan menujukkan ketidaksabaran dalam perjuangan.”
Tapi nek saya sendiri, kalau memang benar serangan itu dari Mujahidin, saya lebih memilih untuk berhusnudzan dulu. Ada bebarapa alasan;
1. Yang paling pokok adalah kita disni tidak tahu menahu apa yang sejatinya terjadi di India sana, pada saudara-saudara muslim kita. Sampai-sampai para mujahidin melakukan aksi protes sekeras itu. Mungkin kezhaliman yang mereka rasakan begitu memerikan. Dan kita tidak tahu banyak soal itu, karena media tak pernah menggubrisnya. Tentunya kita tidak akan lupa dengan peristiwa hancurnya masjid Babri dan pembantaian di Kasmir.
2. Yang diserang jelas-jelas pusat Yahudi. Tentunya pilihan tempat ini bukan tanpa alasan. Dan tentunya Yahudi yang diserang bukan Yahudi yang suka perdamaian dengan Islam –mang ada yahudi yang demen damai?-.
Sehingga soal bahwa Islam itu rahmatan lil alamin, ya memang benar adanya. Tapi perlu diingat Islam juga agama yang militan, gak gampang dihina dan diinjak-injak. Rahmatan lil alamin itu bukan diam saja saat ditindas. Islam itu ideologi kuat yang spiritnya mampu membawa pemeluknya mencapai kemuliaan dan kesejahteraan. Mampu menjaga pemeluknya dari berbagai gangguan baik dari Jin dan setan maupun gangguan manusia, terutama manusia kafir dan dzalim yang tak pernah suka agama Allah eksis di muka bumi. Maka dari itulah Islam mensyariatkan jihad dan pembelaan diri. Agar pemeluknya memiliki semangat, motivasi dan keberanian untuk bertahan dan membela diri.
“lha tapi menyerang membabi buta kayak gitu kan bukan bertahan namanya? Mereka menyerang dulu, baru kita bertahan.”
Ya…tapi yang namanya bertahan dari serangan kan bukan njingkrung begitu saja. Pertahanan terbaik adalah menyerang.
Coba kita simak salah satu pernyataan mujahidin pelaku,
-Pelaku teror bernama Imran dalam bahasa urdu dengan aksen Kashmir dalam pernyataannya yang disiarkan India TV, mengeluhkan perilaku militer yang sewenang-wenang di Kashmir. Militer India dituduh telah membunuh dengan kejam warga komunitas muslim di kawasan tersebut.-
“Apakah Anda peduli berapa orang yang sudah dibunuh di Kashmir? Apakah Anda peduli bagaimana tentara Anda membunuh muslim. Apakah Anda peduli berapa banyak yang mereka bunuh minggu ini?” katanya.
Jadi, kaum kafirlah yang memulai dan inilah serangan itu adalah perlawanan yang bisa diberikan.
Sehingga serangan yang mengakibatkan kengerian, luka dan kematian, kelumpuhan ekonomi dan ketakutan serta kesedihan, tak ubahnya hanyalah sekedar berbagai rasa. Seperti inlah yang mereka rasakan akibat kezhaliman para penyembah berhala dan kaum kafir India maupun Yahudi. Bahkan bisa jadi, apa yang mereka rasakan lebih mengerikan.
Hemmh.. entahlah, kita ini seirng aneh. Kalau ada orang kafir yang menyerang orang islam, kita dengan mudahnya mempercayai dan memaklumi alasan mereka, tapi kalau ada orang Islam yang balik membalas, kita langsung angkat bicara dan mendalil, islam itu rahmatan lil alamin. Ndak boleh kasar-kasar ma orang kafir. Yang adem-adem aja, toleransi, kalau mereka menyerang, membunuh saudara-saudara kita ya dimaafkan. Dinasehati, besok jangan ngulangi lagi ya. Gitu.”
Hehe udah ah aku jadi emosi nih.
Mujahidin itu juga manusia, kadang cara dan strategi mereka juga ada salahnya. Tapi kita harus ingat, mereka itu memperjuangkan kemuliaan agama dan saudara-saudara mereka. Dan mereka lebih tahu apa yang sebenarnya terjadi dengan mereka dan bagaimana kekejian orang kafir terhadap mereka. Maka, kita yang disini, yang cuma memperjuangkan islam lewat majalah, nulis buku, pidato di mimbar, ngurus organisasi ini itu, itupun kadang masih lebih mengharap honor, gaji, royalti, amplop, atau karena pingin disebut aktivis masih menyertai niatan yang harusnya suci. Apalagi yang nggak melakukan smeua itu. Hehehe katanya udah kok masih panjang. Jadi husnudzan saja sama mujahidin, dan doakan agar langkah mereka selalu mendapat bimbingan Allah dan dosa mereka diampuni. Gitu lebih baik, insyallah.
Maaf kalau banyak yang salah, soalnya gak diedit, nulis langsung posting. Thanks for attention.!

Advertisements
  1. iya ya maz, bangsa Kasmir itu diintimidasi seumur hidup, sanak keluarga dan handai tolan dibunuhi kok terus disuruh sabar, gak boleh balaz ki piye. semut aja nggigit kalau diganggu. kita ini aneh, obama kirim 20rb pasukan kita adem ayem aja. itu kan super teror, tul ga? harus diberantas kan itu …. eh kok nglantur ..abis gregetan sich

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: